Home / Humaniora / Renungan / Agama Berisik….!!

Agama Berisik….!!

Oleh: Zakki Muthahharry

Agama Berisik....!!

Satu Islam – Aku sangat setuju dengan kebijakan yang sangat cerdas dari seorang Jusuf Kalla. Beragama itu ada hak dan ada kewajiban yang harus dipenuhi. Jangan sampai karena keinginan kita untuk meraih pahala justru membuat hak orang lain terinjakinjak. (Baca: Pemerintah Mengkampanyekan Anti Pengeras Suara Masjid)

Kewajiban keberagamaan kita bersentuhan dengan hak orang lain. Orang lain berhak untuk merasakan ketenangan saat istirahatnya dan kita berkewajiban melaksanakan perintah agama. Di sini kita harus cerdas dalam mengambil jalan tengahnya. Bagaimana cara agar kewajiban kita terpenuhi tanpa harus mengurangi hak orang lain untuk istirahat.

Apakah dalam agama tidak diajarkan toleransi dan menghormati hak-hak orang lain?

Agama itu adalah rahmat bagi orang lain selain kita dan petunjuk bagi yang mencari kebenaran. Rahmat apa yang terkandung dalam ketidak tenangan dan kegelisahan yang dialami oleh orang-orang yang jadwal tidurnya tidak sama dengan kita?

Di zaman modern ini di mana kehidupan sangat kompleks dan tidak seragamnya jadwal tidur, perbuatan berisik kita dalam meraih pahala justru akan ternodai. Ibu-ibu menyusui yang kurang tidur harus terbangun lagi oleh suara menggelegar para pencari pahala.

Pahala yang didapat dari mengganggu ketenangan seorang bayi, pahala yang diperoleh dari sumpah serapah seorang pelajar yang semalam suntuk menghapal disaat para pencari pahala semangat menyalurkan euforia beragama, pahala yang diperoleh di atas gerutuan seorang satpam yang bekerja dimalam hari?

Sekedar curhat..

Dulu aku pernah hidup ditengah mayoritas kristen di kota kecil di Maluku Tenggara. Aku yang cepat berbaur dengan segala lapisan masyarakat mendengar kegelisahan mereka menghadapi keriyaan umat Islam dalam beragama.

Okelah mereka sudah terpaksa toleran terhadap suara adzan, tapi bagaimana mereka harus toleran terus dari berisiknya lantunan kaset dan ocehan bocah-bocah yang tidak tentu arah yang saling berebut mendapat kehormatan memegang mikrofon? Padahal mereka juga punya gereja dan lebih besar daripada masjid, namun gereja tersebut tidak pernah membuat orang terganggu.

Beragama itu butuh kecerdasan. Berdakwah pun butuh strategi agar orang nyaman dengan dakwah kita dan melihat kesejukan dalam agama yang kita dakwahkan.

TIDAK ADA UNSUR DAKWAH APAPUN DARI LANTUNAN SUARA BERISIK YANG TIDAK TERDAPAT KALIMAT-KALIMAT YANG MENGANDUNG AJAKAN DAN ARGUMENTASI YANG MENGGUGAH PIKIRAN.

 

Check Also

Do’a Keselamatan dari Kematian Mendadak

Satu Islam – Di riwayatkan dari Rasulullah Saw, bahwasanya Allah SWT berfirman: Wahai (Kekasihku) Muhammad …

4 comments

  1. fulan bin fulan

    assalamualaikum
    mas writer yng terhormad
    anta tak tahu fungsi corong toa masjid hah?
    dan kenapa MEMPERMASALAHKAN CORONG TOA MESJID
    Padahal fungsi corong toa masjid kan bisa untuk mengumandangkan adzan,dan untuk kepentingan dakwah kan
    kamu jangan sembrono bila corong toa tidak untuk masjid, nanti anta kena marah TA’MIR MASJIDNYA
    DAN Satu lagi caption (judul yang diatas)”AGAMA BERISIK” yang anta pasang itu berarti kamu menjelekkan agamamu sendiri .
    sekian

    • Tapi emang jangan sampai mengganggu orang…. Kalo suaranya keras2 bisa mengganggu orang sakit atau bayi yang masih kecil yang mau tidur sih

    • penggunaan toa kalo untuk adzan atau pengumuman publik silahkan saja. tapi kalo untuk karaoke jangan, karena dapat menghancurkan dakwah

  2. penggunaan toa kalo untuk adzan atau pengumuman publik silahkan saja. tapi kalo untuk karaoke jangan, karena dapat menghancurkan dakwah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.