oleh

11 Warga Afghanistan Dipotong Jarinya Oleh Taliban Karena Ikut Pilpres

pemilih afghanistan yg dipotong jarinya
Warga Afghanistan yang dipotong jarinya oleh Taliban. Foto : Jalil Rezayee/EPA
Satu Islam, Herat – Sedikitnya sebelas warga Afghanistan dipotong jarinya oleh  teroris Taliban yang anti-pemerintah di provinsi Herat barat Afghanistan Barat. Pemotongan jari kepada warga itu sebagai upaya Taliban untuk menggagalkan pemilihan presiden (pilpres) hari Sabtu 14 Juni 2014 antara dua kandidat Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah.

Wakil menteri keamanan dalam negeri membenarkan, pemotongan jari warga Afghanistan yang mendatangi TPS karena partisipasi mereka pada pilpres oleh milisi Taliban.

Ia mengatakan korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, namun, ia tidak mengungkapkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan mereka.

 
Sebanyak 11 orang, termasuk 10 pekerja pemilihan umum, tewas pada Sabtu malam 14 Juni 2014, ketika satu bom pinggir jalan meledakkan satu mini-bus di Provinsi Samangan, Afghanistan Utara, kata polisi, Minggu pagi.

“Sepuluh pekerja pemilihan umum, termasuk empat perempuan, dan seorang anak kecil meninggal setelah bom pinggir jalan meledak di pinggiran Ibu Kota provinsi tersebut, Aybak, Sabtu larut malam,” kata Kepala Polisi Provinsi tersebut Akram Bigzad kepada Xinhua.

Ia mengatakan semua korban sedang melakukan perjalanan dari satu tempat pemungutan suara ketika bus nahas yang mereka tumpangi jadi korban ledakan bom di provinsi itu, 215 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Nasional Afghanistan, Kabul, demikian laporan Xinhua, Minggu siang.

Pada Sabtu, pemilih di Afghanistan mulai memberi suara mereka dalam babak kedua pemilihan presiden –yang menandai penyerahan kekuasaan pertama dari seorang pemimpin terpilih ke pemimpin terpilih lain dalam sejarah Afghanistan.

Pemberi suara memilih antara Abdullah Abdullah dan mantan ahli ekonomi Bank Dunia Ashraf Ghani Ahmadzai untuk menggantikan Presiden Hamid Karzai. Tak seorang pun dari delapan calon dalam babak pertama pemungutan suara menerima 50 persen suara yang diperlukan dalam pemilihan umum 5 April.

Serangan pimpinan Taliban terhadap tempat pemungutan suara merenggut 20 nyawa warga sipil, seorang staf pemilihan umum dan 26 personel pasukan keamanan pada hari itu. Lebih dari 60 gerilyawan Taliban tewas sementara lebih dari 100 personel pasukan keamanan dan warga sipil cedera dalam kerusuhan selama proses pemilihan umum.


Sekitar 7 juta orang berpartisipasi dalam pemilihan presiden pada hari Sabtu untuk memilih presiden berikutnya Afghanistan.  Menurut pejabat keamanan setempat, militan bersenjata anti-pemerintah telah melakukan sekitar 150 serangan menjelang diselenggarakan pemilu.

Puluhan orang, termasuk personel keamanan tewas atau terluka akibat  serangan itu.  Sejauh ini kelompok-kelompok militan bersenjata anti-pemerintah, termasuk militan Taliban belum berkomentar mengenai laporan tersebut sejauh ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed