oleh

‎Kapolri: Takfiri Itu Cara Pandang Bukan dari Jenggot dan Celana “Ngatung”

1429250197
Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti – Foto: Antara

Satu Islam, Jakarta – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, pihaknya tidak akan pernah “tidur” untuk menghadapi kelompok teror. Buktinya, jaringan pelaku teror terus dibekuk satu per satu.

“Terorisme ini lebih banyak ideologi, soal pemikiran, yang tidak akan selesai kalau hanya di penjara. Tetapi begitu kami akan terus menindak mereka yang melanggar hukum,” kata Badrodin di Jakarta, Minggu 26 April 2015.

Dia berharap, setelah ditangkap itu maka ada pihak lain yang berkontribusi untuk memberi pencerahan pada mereka. Inilah yang menjadi tugas BNPT yang bekerja sama dengan Kementerian Agama.

“Bukan tugas Polri. Kami tidak punya kemampuan untuk memberi pencerahan mereka. Termasuk soal Islamic State (IS) yang memberikan ancaman di dalam negeri lebih berbahaya dibanding organisasi seperti Al-Qaeda, misalnya,” tambahnya.

Itu karena, masih kata mantan kapolda Jatim itu, Al-Qaeda hanya menyasar kepentingan barat, khususnya Amerika Serikat, tetapi ancaman IS lebih besar daripada itu.

“IS itu berpaham takfiriah, yang artinya semua orang di luar kelompoknya dianggap kafir dan bisa diperangi. Deteksi dini mereka itu hanya dengan dialog. Tidak bisa hanya dengan karena celananya ngatung (di atas mata kaki) dan berjenggot, lalu dicurigai IS,” bebernya.

Dengan dialog maka akan terdeteksi cara paham dan pemikiran seseorang apakah dia berpaham takfiriah atau tidak. “Intinya, kami akan terus deteksi dan monitor. Kalau tidak terlibat pidana, akan kami biarkan, tetapi kalau terlibat, akan kami tangkap. Itulah guna dari monitoring, dan ini cukup bagus,” imbuh Badrodin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed